PEMERINTAH MEMPREDIKSI GELOMBANG KE TIGA TAPI SEKDA DKI KELUARKAN SE 43,44 /2021 untuk pesta Demokrasi di tingkat RT, RW dan LMK Se DKI JAKARTA
PEMERINTAH MEMPREDIKSI GELOMBANG KE TIGA TAPI SEKDA DKI KELUARKAN SE 43,44 /2021 untuk pesta Demokrasi di tingkat RT RW Se DKI JAKARTA
RT.RW ,LMK Se-DKI Jakarta selama ini masih ikut dalam rangka percepatan pencegahan covid yang tertuang dalam Keputusan Nomor 107 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro dan Intruksi Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.7 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Pembatasan kegiatan Masyarakat yang selanjutnya di tuangkan dalam SK LURAH DI masing rt dan rw nya .
Dalam rangka kegiatan kegiatan tersebut paska lonjakan gelombang kedua bulan JUNI -JULI banyak juga RT ,RW dan LMK serta LURAH yg gugur dalam tugas tersebut dan sekarang RT ,RW di tekan dengan percepatan VAKSIN yang di targetkan 80 % di masing masing Kelurahan se DKI Jakarta Saya sangat aspresiasi dan penghargaan ke mereka semoga menjadikan AMAL,IBADAH nya .Kata Ketua FKLMK Jakarta Barat. sabtu (25/9/2021 )
Perbedaan pandangan serta tata cara pencegahan penanggulangan COVID-19 di masing
masing pimpinan instansi dan daerah sangat nyata sekali,kasihan yang jadi garda terdepan paling bawah RT ,RW, di setiap wilayahnya.Contoh kepala DINAS PPAP DKI JAKARTA mengeluarkan SK No.205 ./2021 Tanggal 22 September 2021 Tentang Penutupan RPTRA PADA MASA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT LEVEL 3 CORONA VIRUS DISEASE 2019.
Pemerintah pusat juga memprediksi bisa ada gelombang ke tiga sesuai KASATGAS Nasional dan siaran press nya di https://www.cnbcindonesia.com/news/20210921191750-4-278090/awas-gelombang-3-covid-di-ri-ini-kata-satgas
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan ini berdasarkan pengalaman. Menurutnya gelombang ketiga bisa terjadi tiga bulan ke depan saat libur Natal dan Tahun Baru.
"Artinya potensi kenaikan kasus meningkat. Dengan pembelajaran gelombang 1 dan 2, harus semakin tangguh," katanya di Jakarta, Selasa (21/9/2021).
Dia tak menampik jika mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat menjadi penyumbang lonjakan kasus. Adapun tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menghadapi kondisi ideal, hingga RI dan dunia terbebas dari pandemi dan menjadi endemi.
"Lonjakan kasus kedua pada Juli memberikan banyak pelajaran. Penanganan lebih mahal, lama dan memakan korban. Upaya terbaik adalah melanggengkan penurunan kasus dengan protokol kesehatan sedikitpun tidak lengah," katanya.
Sebagaimana diketahui, lonjakan kasus pertama kalinya (first wave) terjadi pada Januari 2021 setelah Libur Natal dan tahun Baru 2020. Selanjutnya, lonjakan kasus kedua terjadi pada Juli.
Berbeda dengan Indonesia, lonjakan kasus di dunia justru terjadi pada April, 2021 atau 3 bulan sebelum kasus meledak di Indonesia. Saat dunia telah mengalami penurunan, Indonesia justru dilanda gelombang ketiga tersebut.
"Dari pola ini dunia dan RI, pelajaran adanya lonjakan kasus di RI pada Juli, tak berkontribusi pada kasus dunia. Lonjakan kasus di RI pada Juli tidak disebabkan global atau dari negara lain. Melainkan dari internal Indonesia. Hal ini karena peningkatan mobilitas dan aktivitas sosial bersamaan dengan mudik. dengan pola RI yang relatif lambat, kita perlu mewaspadai kondisi dunia yang saat ini mengalami gelombang ketiga," tegasnya.
SUMBER BERITA https://www.cnbcindonesia.com/news/20210921191750-4-278090/awas-gelombang-3-covid-di-ri-ini-kata-satgas

Komentar